Selasa, 7 Ogos 2012
Khamis, 19 Julai 2012
Tips Ramadhan Ceria!
Ramadhan nggak boleh identik dengan
lemes. Ramadhan kali ini harus penuh dengan warna. Dan, taraaaaaaaaaaaa!
Ramadhan asik binti ceria dataaaang…!
Salam Panyoetista, gimana dengan persiapan Ramadhan
kamu? Sudah ada rencana mau ngapain? Wah, pasti sebagian dari kamu sudah punya
agenda donk. Dan pasti seru bisa bikin Ramadhanmu ceria abis.
Buat kamu yang belum punya agenda apa-apa nih, yuuk
nimbrung bareng Club Comic Panyoet Aceh. Karena kami bakal bagikan beberapa
tips buat ngisi agendamu yang kosong, dan tentu bikin kamu ceria, nggak lesu
apalagi letoy, dan pastinya puasamu jadi nggak terasa sampe ngebuburit. Wah,
apakah itu?
1. Ngisi waktumu dengan mengunjungi toko
buku, bisa buat nambah koleksi dan wawasan kamu. Bagi kamu yang lagi minim uang
saku, bisa tuh kunjungi rumah peminjaman (atau kita kenal rental) novel atau
komik. Buat sebagian dari kita tentu novel dan komik bukan barang asing. Ahaaa!
Pasti!
Nah, membaca bisa membuat puasamu tetap ceria dan
dapat ilmu baru pastinya. Asik!
Saran sih, kamu bisa ngelirik komik
salah satu anggota Panyoetista HasbiallahYusuf, komik
yang lucu abis dan dijamin bikin
puasamu jadi rame. Wow!
Buruuuuan! Hehe
2. Selain dengan membaca, boleh donk
lemesin tangan, eiits bukan lemesin badan yaaw, tapi lemesin tangan. Aha!
Kalimat itu biasa kami gunakan untuk menggambar, istilah lain dari pemanasan.
Hiaaaak! Wkwk…
Nah, diantara kalian mungkin ada yang
gemar coret-coret, boleh tuh kembangin bakatnya
dengan berlatih menggambar. Coba-coba
garap komik misalnya, nggak usah yang berat-berat dulu, misalnya komik strip
(buat contoh bisa nih belajar dari karyanya Panyoetista: komikstrip). Atau dari sebagian kalian ada yang suka nulis.
Ah! Itu bisa juga, kayak kami ini nulisin blog buat kamu-kamu. Gimana?
Oke kan?
Kalau kalian lagi miskin ide, adu duu
pasti sebel banget kan? Eeiits, jangan sebel-sebel dulu nanti puasamu
tidak asik lagi. Hhmn, gimana kalau untuk idenya pakai tema sekitaran puasa.
Tentu donk puasa di daerahmu beda-beda dengan daerah kami (Aceh). Misalnya
rutinitas warga kampung kamu saat membangunkan warga pakai TOA meunasah, atau
ada yang pakai odong-odong keliling kampung sambil putar lagu kasidah, ‘jilbab
jilbab putih…’. Ooops! XD
3. Buat kamu yang penasaran dengan
perkembangan kemampuan gambarmu sejauh mana dibandingkan teman lainnya. Asik
tuh kalau berkunjung ke blog atau situs komik indie seperti www.ngomik.com atau
devianart untuk membandingkan kemapuanmu. Tentunya setiap orang miliki sudut
pandang yang berbeda, dengan kemampuanmu menilai kekurangan dari teman bisa
saja kamu melahirkan karya yang lebih bagus dari mereka. Gimana? Berani? Pasti
donk.
Intinya belajar dan tetap semangat. Sssst! Mumpung
baca-baca di ngomik.com masih gratis. Wkwkwk.
Dan kamu bisa jadi anggota juga lho.
:O
Bosan dengan suasana kamar? Gimana
kalau pindahkan kamarmu ke mesjid. Ooow, maksudnya kamu lho yang ke mesjdi.
Sekalian manen pahala dan huting gambar di sana. Ahahaha….
Eeh, pernah ketemu bapak-bapak yang gelagapan pas
henponnya bunyi ketika sedang shalat?
Gimana ekspresinya? Wkwkwk…
Atau pas lagi shalat ada kejadian
terjun payungnya si cicak tepat ke muka seseorang.
Wkwkwk…
Nah! Bisa buat ide gambar kamu kan?
Ssth… jangan-jangan kamu sendiri yang sedang asyik perhatikan kesalahan orang,
malah pakai mukena sebagai sarung. Gimana tu ya? #bayangin
sambil ngakak. Wkwkwk… XD
3. . Buat nambah pahala, kamu bisa berbagi
kasih dengan mereka yang membutuhkan bantuan. Bisa dengan mengunjungi panti
jompo. Atau bermain bersama adik-adik di panti asuhan. Atau sekedar duduk
mengeja alif ba ta dengan anak pemulung yang putus sekolah. Tentu mereka
merindukanmu, dan kami juga (panyoetista). ^_^
Serta kegiatan ibadah lainnya yang
bakal membanjirin pahalamu di bulan Ramadhan yang mulia ini. Yang pasti,
kudu tetap berbagi kasih walau dengan sebuah senyuman.
Semangaaaaaaaaaaaaaaat!
Gimana dengan tips Ramadhan asik binti ceria? Udah tau
mau ngapain kan? Kalau gitu, cemunguuuuuuuuuuuuuuuuuuuud ya teman-teman. Dan, selamat menunaikan ibadah puasa. ^0^
Selasa, 10 Julai 2012
Isnin, 9 Julai 2012
Mengkritik Dengan Gambar
DALAM kata
pengantarnya, yang ditulis sendiri oleh Eko S Bimantara, komik ini
berawal dari buku komik kecil yang judulnya “Di Atas Lega Bertaruh
Nyawa” yang memotret dan mengkritisi permasalahan kereta api di Jakarta.
Dari sini muncul nama KRL (Komik Rada Lucu) yang diambil dari homofon
KRL (Kereta Api Listrik).
Pada komik ini tersaji beberapa komik strip yang tersusun rapi dalam beberapa bab, diantaranya: Di Atas Lega Bertaruh Nyawa, Kutonton Kau Tonton, dan Keluarga Hingga Akhir Masa. Selain itu ada juag edisi spesial Kartini dan edisi sepesial yang menceritakan
PANYOET DAN SECUIL PRESTASI
SALAM PANYOETISTA...
Wah apa kabar nih minggu ini? Harus lebih bersemangat yaa. Kali ini saya saya coba sedikit berbagai pengalaman tentang keikutsertaan saya pada PEKSIMINAS XI di kota mataram, 1-6 Juli lalu. Ya tentu saja setelah saya lulus seleksi PEKSIMIDA Aceh Bulan Juni lalu.
Sesuai prosedur dan jadwal tertera di scedule acara dan kegiatan, saya melihat bahwa lomba komik strip akan dilaksanakan di UMM (Universitas Muhammadiyah Mataram) salah satu perguruan tinggi lokasi PESIMINAS selain UNRAM (Universitas Mataram)
![]() |
| Suasana Lomba di Aula UMM |
Oh iya, jadwal yang tertera pada Scedule itu adalah tanggal 5 Juli 2012, hari kamis. Hari rabu siang, kira-kira pukul 13.00 WITA adalah waktu untuk teknikal meeting bagi peserta lomba. Teknikal meeting ini bertujuan untuk menjelaskan kriteria, waktu dan durasi pelaksanaan lomba komik strip. Hal ini agar menyamakan persepsi tiap-tiap peserta lomba. Sehingga menghindari kesalahpahaman dan kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapakan.
![]() |
| Pameran karya yang sudah selesai di lobi UNRAM (Universitas Mataram) |
Pada tangkai lomba ini ternyata ada 3 dewan juri, Salah satunya Beng Rahadian, masih ingat kan?? selain itu ada Toni dan Iwan Gunawan. Wah padalah saya berharap dapat bertemu dengan Bang Beng di Akademi Samali. Tapi yaaa... akhirnya kita berjumpa disini J sebagai peserta dan dewan juri. hehehe
Beberapa hal yang menjadi perhatian saya adalah teknikal meeting ini hari itu adalah mengenai katagori penilaian terhadap karya, di antaranya adalah Gamaar hasil karya merupakan komik Strip. Menurut Beng Rahadian komik Strip adalah komik sekali baca tuntas. Artinya tidak perlu membuka lembar baru yang harus memaksa kita mengetahui jalan ceritanya. “itu buku komik namanya” Selanjutnya gambar boleh diwarnai atau hitam putih. Sementara waktu yang diberikan hanya 4 jam. Sejak pulul 9 hingga pukul 13.00 WITA. Oh iya media Gambarnya berupa kertas karton dengan ukuran 40x60 cm. Selanjutnya dalam komik Strip boleh menamakan karakter komik yang kita buat dan gaya gamabarnya bebas. Namun yang paling substansi dari semuanya adalah pesan komunikasi dari komik ini yang berhubungan dengan tema. Nah,,, ini yang menjadi garis batas karena tema akan disampaikan pada saat menit pertama pelaksaanaan lomba. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta lomba, tak terkecuali saya. Namun juri hanya memberi sedikit clue “Pokoknya bacalah koran hari ini dan besok, Siapa tau dapat inspirasi” karena komik strip adalah karya yang bisa di muat di koran atau tabloid.
![]() |
| Foto Bersama Kontingen Aceh - Senggigi beach |
Esok harinya saya meminta pertolongan Khairus untuk membeli koran,
Khairul adalah mahasiswa UNRAM (Universitas Mataram) yang menjadi LO untuk kontingen Aceh. Selai Siti, Iwan, dan herman. Meraka dalah kawan baru yang disiplin dan bertanggung jawab. Tidak seperti saya yang terlambat pada saat perlombaan, walaupun demikian saya bukan satu-satunya yang terlambat.
Khairul adalah mahasiswa UNRAM (Universitas Mataram) yang menjadi LO untuk kontingen Aceh. Selai Siti, Iwan, dan herman. Meraka dalah kawan baru yang disiplin dan bertanggung jawab. Tidak seperti saya yang terlambat pada saat perlombaan, walaupun demikian saya bukan satu-satunya yang terlambat.
Syukurnya lomba belum dimulai hanya saja peserta lain lebih dulu tiba dan segala perlengkapan lomba telah dibagikan. Yaitu berupa 2 kertas A2, dan 1 buku gambar A3. Untuk melepas risau dan menghibur diri saya coba menyapa beberapa peserta lain, namun saya lupa nama-nama mereka selain Dhea salah satu peserta perempuan, dia dari palembang. Dia adalah peserta PEKSIMINAS X di pontianak Kalimantan Barat dua tahun lalu. Darinya pula saya mendapatkan tips dan trik memanfaatkan waktu.
| Penyerahan Tropi oleh Mentri Pariwisata |
Bagi saya sendiri PEKSIMINAS merupakan Event Terbesar saat ini selama saya bergelut di ranah gambar-menggambar, dulu saya sering mengikuti event se-kelas kampus dan tingkat daerah saja. Saya pikir PEKSIMINAS jauh lebih bergengsi. Bagi Saya PEKSIMINAS XI di mataram adalah Event nasional pertama yang saya ikuti, tidak seperti Dhea yang sudah berpengalaman.
Saya agak canggung dan tak berharap lebih, hanya seorang mahasiswa komunikasi di IAIN Ar-Raniry. tidak seperti rival lain yang mengenyam pendidikan di Fakultas Seni Rupa dan Diskonvis (desain komunikasi Visual).
![]() |
| Karya Saya |
Panyotista tau?
Tool yang saya gunakan untuk
membuat komik ini selailn pensil dan penghapus saya mengunakan penggaris
buterfly no 10. Drawinng pen 0.3 dan 0.6 , pen gel 0.7 , spidol Snowman. hanya
itu saja.
Seperti yang disarankan Dhea,
agar tidak menghabiskan waktu terlalu
lama, saya harus menyelesaikan keseluruhan Sketsa gambar lalu baru di tinta, saya mengikuti
sarannya dan syrukurlah saya memanfaatkan 4 jam itu dengan baik. Usai Lomba
kemudian saya sempat berfoto dengan Beng Rahadian serta rekan lainnya dalam
Foto bersama. Serta ngobrol sesaat dengan beliau dan Ternyata Bang Beng masih
ingat dengan Panyoet. Komunitas Komik Aceh terhebat Ini.
Akhirnya pada malam pengumuman,
saya memperoleh juara 2 setelah Wawan Sebastian dari Jawa Barat sebagai juara
pertama dan Dwiki Pribadi dari Sulawesi Tengara sebagai juara 3, dan Aceh hanya
mengondol satu-satunya piala dari lomba ini. Setidaknya Aceh tidak pulang
dengan tangan kosong.
Huuftt... Demikian teman2
Pengalaman saya dalam mengikuti lomba. Semoga menginspirasi teman2 panyoet.. :P
Selasa, 26 Jun 2012
JAROE, HARAPAN atau RINTANGAN?
![]() |
| Foto bersama penggagas lembaga JAROE |
Tempo hari,
24 juni 2012 di KRAK society tak dapat dipungkiri bahwa puluhan seniman Rupa
Aceh berkumpul karena satu ‘kemungkinan‘ yang pada dasarnya merupakan geliat
kegelisahan yang terlalu lama bungkam. Hari itu beragam komunitas Rupa bahkan perupa
individual yang terus berkarya visual -karena panggilan jiwa tak mungkin
dielakkan- terlihat sangat antusias dalam pertemuan ini, kemudian sadar atau
tidak, sengaja atau tidak, pertemuan ini kemudian disebut sebagai titik temu
kepedulian terhadap kesenirupaan Aceh.
Betapa tidak waktu yang terlalu
singkat ini menjadi tolak ukur kesenirupaan Aceh kedepan. Hal ini terekam dari
ungkapan-ungkapan para perupa Aceh yang telah jenuh menjadi perupa yang ‘diompongkan’.
Walau terkadang pernyataan keras mereka adalah ungkapan hati dan carut marut
kekecewaan, namun itulah namanya kejujuran dalam mengekspresikan kegelisahan. Jujur
saja, sebenarnya diam pun yang mereka lakukan sebenarnya jauh lebih banyak
bicara daripada berbicara itu sendiri.
Ahad, 24 Jun 2012
Hadis dalam Komik, '33 Pesan Nabi'
Hadist Nabi merupakan pedoman kedua umat Islam setelah Al-quran suci,
dan tentu saja hadis-hadis tersebut juga dikumpulkan dan dijilid dalam
bentuk buku. Berbicara soal buku atau kitab hadis Rasulullah SAW,
mungkin kita akan mengarahkan pikiran kita pada kitab-kitab seperti
kitab riwayat Nasa’i, Bukhari dan Muslim, Ahmad bin Hambal, dan
lain-lain.
Satu sisi mungkin kitab-kitab tersebut Juga barangkali cukup sulit
untuk dapat dimengerti jika tidak diteruskan dengan kitab-kitab syarah
yang secara khusus menafsirkan isi dari hadist- hadis tersebut seperti
Fatuhul Bhaari, Umathul Qari, kitab Nawaawi dan lain-lain. lalu
bagaimana sesungguhnya hadis tersebut diterapkan dalam keseharian, atau
bagaimana contoh-contoh kongkrit dari hadis tersebut seperti yang
Rasulullah maksudkan?
Langgan:
Catatan (Atom)







