Khamis, 22 Mei 2014

Tips Merawat WACOM

(by.Husni Arsyah )

Sedikit tips untuk perawatan pen tablet WACOM BAMBOO :
 
Problem ini di temukan ketika pemakaian pen tablet saya sudah lebih dari 2 tahun, dimana pen nya sudah mulai kehilangan kemampuan pen pressure nya, yakni ujung pen merespon di atas surface tablet lebih awal 1 cm, lalu saya melihat beberapa referensi di youtube bagaimana cara membuka nya, dan mengecek apakah ada komponen yang rusak.Saya sedikit memberanikan diri untuk membuka nya, karena praktis pen nya tidak bisa di gunakan lagi.., jadi saya tidak ada pilihan lain untuk membuka nya.

Cara membuka nya :|

1. Tarik penutup di bagian belakang pen, memang sangat sulit, dan sangat susah, kamu harus menggunakan glove terbuat dari karet untuk menarik nya, yang perlu diperhatikan, kamu jangan memutar nya, karena akan patah, dan di tarik sedikit demi sedikit, saya memerlukan kurang lebih 20 menit untuk melepaskan penututup belakang nya, jika menggunakan tang atau penjepit lain, di khawatir kan akan merusak sirkuit (PCB) dan coil di dalam nya, jadi kamu harus sabar menarik nya dengan sangat hati-hati.

2. Lepas tombol pengunci di sisi pen, kamu cukup membutuhkan pisau tipis, dan tinggal di congkel di celah tombol nya, karena tombol ini tidak di kunci oleh baut, kamu bisa dengan mudah mencongkel nya secara pelan-pelan.

3. Tarik bagian belakang sirkuit, karena model CTL-460 ini tidak terdapat coil di sisi belakang nya, jadi di baian belakang nya tidak terdapat kumparan coil,kamu tarik pelan-pelan, karena bagian depan pen sangat rapuh, dan kabel coil rawan putus, jadi kamu menarik nya pelan-pelan saja.

4. Bersihkan bagian dalam pen, terutama debu dan daki yang menempel di sana, karena pen digitizer sangat sensitif dengan debu.

Kesimpulan :Setelah saya cermati, pen saya berfungsi dengan baik kembali setelah saya bersihkan bagian dalam nya, terutama dekat kumparan coil nya, jadi jika menemukan problem serupa, yakni pen stuck alias pen pressure bermasalah, kotoran pada bagian dalam bisa jadi problem nya.

Perawatan :Sama sekali JANGAN membanting pen digitizer, dan cabut kabel USB nya jika tidak di gunakan lagi.bersihkan selalu celah tombol digitizer dan ujung pen, dengan tisu jika terdapat debu atau daki,permukaan papan tablet sangat sensitive dengan cairan, terlebih keringat dari tangan, karena cairan keringat akan mengganggu gelombang magnit yang di kirimkan oleh coil di dalam pen, sedikit saja cairan keringat menempel di papan tablet, pentablet akan kehilangan pen pressure, jika masalah ini muncul, lap dengan tissue, dan tunggu 15 menit kembali jika ingin di gunakan,jadi saya merekomendasi pada papan permukaan tablet nya di tutup dengan kertas dan di isolatif di belakang nya, karena dapat menghindari goresan yang berlebih dan menghemat usia pemakaian mata pen.

silakan perhatikan video ini







Ok, semoga bermanfaat,

Selasa, 6 Mei 2014

Beberapa alasan kenapa anda menggunakan Paint Tool SAI


1. Quick flip miror horizontal canvas
SAI punya fitur untuk mem-miror canvas kamu tanpa harus men-transform nya, hanya dengan menekan tombol `H` pada shortcut keyboard.

2. Quick rotate canvas
SAI bisa memutar canvas kamu 360 derajat tanpa harus men-transform gambar kamu.

3. Long historical system
Artinya SAI akan mensave sekurang 50 langkah di belakang kamu ketika kamu menggambar, dan ini 5 kali lipat dari photoshop, system ini sangat membantu kamu ketika kamu ingin meng-undo 50 langkah di belakang.
dengan menekan Ctrl+Z teus menerus akan meng-undo langkah kamu kebelakang.

4. Precision digitizer pen pressure
Menurut saya SAI punya system pen pressure yang jauh lebih sensitive dari program manapun yang saya coba.
dan SAI bisa men-custom ke sensitivan pen-pressure sesuai dengan penggunanya.

5. Custom Commands
SAI bisa di custom shortcut perintah pada keyboard yang di sesuaikan dengan pengguna nya, dengan mengklik icon perintah pada SAi 2 kali, maka akan muncul key-entry yang kamu suka pada keyboard.

6. Linework layer system
Fitur yang mirip dengan vector-system, hanya saja SAI menampilkan nya dalam system-pixel, untuk yang satu ini mengedit curva garis akan sangat mudah di banding corel sekalipun, kamu bisa membuat system pen-pressure sampai teknik curving yang sulit sekalipun.

By Husni Arsyah

Rabu, 9 April 2014

Tips Paint Tool SAI (1)

 (by. Husni Arsyah)

Pada generasi SAI yang baru, terdapat fitur yang sedikit berbeda pada kemampuan `blend` nya, blend = kemampuan menyatukan warna antara warna yang lain, alhasil warna lebih smooth,Teknik itu bisa menggunakan `Airbrush` dan `Blur` seperti pada tanda panah di gambar, teknik nya akan mirip dengan pola blend di photoshop (default), `Airbrush` ini akan membantu pada para pemula yang masih sangat bingung pada teknik blending warna di SAI, sehingga cara nya akan mirip dengan photoshop.

SAI punya cara blend warna yang sedikit lebih sulit dari photoshop, walau SAI punya kemampuan mengatur sensitifitas pen-prwssure, dan mencustom brush sendiri,ada 3 cara yang saya temui untuk mencampur warna pada SAI :

1. Teknik multi layerBrush SAI cukup aneh, jika kamu memainkan warna hanya satu layer, maka warna itu akan tercampur dengan sendiri nya, trik nya.. kamu bisa membuat layer baru di atas layer warna yang ingin kamu campur, sehingga warna nya tidak ikut tercampur.

2. Teknik Warna dengan pencampuran otomatisBoleh di bilang teknik yang professional, untuk menguasainya kamu harus bisa teknik oil painting manual, karena proses perpaduan warna nya sangat mirip.Ketika kamu menggores warna biru di kanvas, lalu kamu pindah ke warna merah, dan kamu tiban warna biru dengan warna merah tersebut dalam 1 layer, akan terjadi aligment warna yang kompleks, jika menarik brush ke sisi kiri akan muncul warna merah, kamu tarik ke sisi kanan akan muncul warna yang berbedai,teknik ini boleh di bilang teknik menggambar 1 layer, teknik yang paling sulit pada SAI, boleh di bilang teknik professional.

3. Teknik KonvensionalSeerti yang saya jelaskan di pembuka dan pada gambar di bawah, menggunakan `Airbrush`, teknik ini cukup bagus untuk pemula, kamu tidak perlu khawatir dengan blend yang sulit. hasil gambar pun maksimal.

Selamat mencoba. :)

Ahad, 3 Februari 2013

"Pencil Sketch" Pertemuan I

Ini pertemuan pertama kami. Semuanya tampak serius kan hehehe harusnya dong.

Pertemuan perdana ini kami mempelajari cara mengarsir dan kekuatan arsiran.
Teknik dan tata caranya sebangai berikut:
Sediakan kertas HVS, alas, rol, dan pensil 2B (boleh pensil kayu atau mekanik).


 
Bagian 1
1) Buat kotak-kotak kecil berdiameter 1x1 cm sebanyak 5 bauh dan buat jarak diantaranya selebar 0,5 cm.
2) Kotak pertama dibiarkan tanpa arsiran (0%)
3) Kotak kedua diarsir dengan kekuatan 25%, tekanan pensilnya cukup dengan berat pensilnya artinya arsiran dilakukan tanpa tekanan tangan.
4) Kotak ketiga diarsir dengan kekuatan 50%, tekanan pensilnya sudah mulai dipakai tapi hanya tekanan seberat tangan saja, artinya berat tangan mulai dijatuhkan untuk menebalkan warna arsiran.
5) Kotak keempat diarsir dengan kekuatan 75%, kita mulai menekan tangan di sini tapi belum menekan sekuat-kuatnya.
6) Kotak kelima diarsir dengan kekuatan 100%, artinya kita akan menekan pensil sekuat-kuatnya untuk memperoleh warna maksial dari pensil 2B. (hati-hati jangan sampai kertasnya robek ya :D).

7) Lakukang berulang langkah demi langkah secara runut sebanyak 10 kali dan untuk latihan ulang  sehari 5 kali. Ini dilakukan untuk melatih tangan dan otak agar terbiasa dengan perubahan tekanan arsiran.
8) Kalau arsiran kamu sudah banyak yang tepat maka saatnya naik tingkatan.


 Bagian 2
1) Buat kotak dengan diameter  5x1cm.
2) Mulailah mengarsir  dari tanpa tekanan (0%) sampai tekanan 100%.
3) Arsiran dilakukan dalam sekali tarikan arsiran penuh tanpa jeda (istirahat).
4) Lakukan sebanyak 10 kali dengan mengikuti langkah 1-3 secara runut.
5) Tujuannya agar tangan terbiasa menaik turunkan kadar kekuatan arsiran dalam sekali tarikan arsiran.





Bagian 3 (Bola, Teknik 1)

1) Mulailah dengan membuat lingkaran dan beri garis batas dengan tekana 25%, lihat gambar (1) dan jika terlalu jelas bisa dihapus dengan menekan penghapus ke atas garis-garis itu.
2)Beri arsiran 25% pada bagian teratas, dan kemudian langsung menaikkan tekanan ketiap bagian kolom dibawahnya hingga kadar 100%, seperti gambar (2).
3)Bagian bulatan kecil pinggir bola jangan diarsir, biarkan ia putih karena itu tempat bias cahaya tertinggi.
4) Isi setiap celah yang belum terarsir penuh, seperti gambar (3).
5) Hilangkan batas antar arsiran 25%, 50%,75%, dan 100% dengan cara mengarsir batas itu dengan kadar 25%-75% (tergantung batasan).
6) Beri sapuan halus dengan kapas dengan mengikuti garis batas yang pertama (meligkar).
7) Bagian bias cahaya mungkin akan kena sapuan arsiaran dan ia dapat dimunculkan kembali dengan cara menghapus arsiran titempat bias cahaya.
8) Beri arsiran bayangan bola, hasilnya dapat dilihat pada gambar (4).


Bagian 4 (Bola, Teknik 2)

Hampir sama dengan teknik menggambar bola 1, bedanya teknik 2 tidak mengarsir berdasarkan garis batasan tetapi langsung mengarsir dengan menurunkan kadar arsiran berdasarkan gelombang garis batas yang tak kita buat lagi. Langkahnya dapat dilakukan dengan cara berikut.

1) Buat bulatan besar dengan bulatan kecil di dalamnya.


2) Arsir seluruh bagian bola dengan tekanan 25% kecuali bagian bulatan kecil.







3) Untuk bagian selanjutnya diarsir dengan tekanan 50% dengan menimpali arsiran sebelumnya.







4) Selanjutnya diarsir dengan tekanan 75%, dengan menimpali arsiran sebelumnya.

5)Arsir bagan terbawah dengan tekanan 100% menimpali arsiran sebelumnya.









6) Rapikan arsiran dan hilangkan batasan tekanan arsiran.
7) Beri sapuan dengan kapas dan haluskan bagian yang perlu dihaluskan dan beri tekanan warna pada bagian tergelap benda, beri bayangan dan terangkan (dihapus) pada daerah bias cahaya.



SELAMAT MENCOBA



Sabtu, 2 Februari 2013

Api yang Meletup itu Semangat!

Adakalanya senang, keinginan, harapan, imajinasi, dan semangat yang muncul tiba-tiba dan hilang raib entah kemana. Ya, kita semuanya marasakannya namun yang terpenting bagaimna kita menjaga hal-hal positif  tetap ada dan membayangi setiap langkah hidup kita. Selaksa api yang meletup membutuhkan bahan bakar untuk mempertahankan letupannya. Maka inilah kita, api yang terkadang kekurangan bahan bakar untuk tetap bisa berkobar dan mencoba meletupkan diri dan berharap disambut sabut, ranting dan dahan kering bahkan bensin dan solar.

Minggu, 13 Januari 2013, di Museum Tsunami Panyoet mencoba meletupkan diri seperti api yang berharap disambut rerantingan dan dahan kering. Para Panyotista dan seniman gambaris lainnya telah berhasil menjadi bahan bakar yang menjaga api semangat hari itu. Belasan seniman dari beragam komunitas menggambar di Aceh memenuhi undangan menggambar Panyoet. Bara api itu berkobar dalam tema 'mengindrai samudra' dan  bukan kepalang karya yang dihasilkan. Meskipun hanya berduarai waktu singkat, namun gambar yang dihasilkan sungguh luar biasa.





Diniatkan semua karya hasil pembakaran semangat ini akan dipamerankan di lain kesempatan setelah mengalami proses pemolesan dan penambahan hal-hal yang dianggap perlu tentunya.

Api yang dicoba letupkan berhasil disambut sabut, rerantingan, dedahanan dan BBM dan kemudian akan tetap dijaga kobarannya tak akan dibiarkan padam. Meskipun kita tahu kadang kalanya ia meredup tapi kami selalu ingin memastikannya tak akan mati dan terus membuatnya membara. Tak perlu menggapnya khayalan tapi sebut saja pengharapan dan doa bahwa Panyoet akan catar membahana badai. Aminkan kawan!

Khamis, 27 Disember 2012

Panyoet dalam Piasan Seni


Piasan Seni memang sudah berlalu saat tulisan ini dinukilkan, tapi inilah pengalaman dan kenangan yang tak boleh dibiarkan mengaup selaksa embun yang diterpa matahari. Ah kawan, semangat itu masih kurasa menggebu dalam dada ini. Saat kita mendapat undangan dari Jaroe untuk mengisi sebuah stan pameran di acara Piasan Seni.


Sebuah stan komunitas Panyoet, siapa yang tak bangga akan kesempatan ini. Kita pun beraksi mempersiapkan tema stan, yang kemudian ditetapkan dengan tema “kedai ala Jepang”. Persiapan pun dimulai dari membuat pernak pernik dan cewek-cewek pun beraksi.  Membuat hiasan stan, bukan cuma satu tapi puluhan gantungan kupu-kupu disulap menjadi cantik.
Belum selesai di situ, sehelai kain sepanjang 8m dibentangkan dengan semangat. Segala perkakar meggambar dikeluarkan, tak pantang menyerah meski hujan menghalang jiwa-jiwa itu masih membara untuk menorehkan cerita dan ide-ide 'gila' yang mengakar di kepala. Tak ayal kain 8m itu penuh dengan impian dan pengharapan hingga siap untuk dipamerkankan dengan penuh percaya diri di acara Piasan Seni.
kain 8m mulai dibentangkan
dengan percaya diri 'inilah karya kami'
Persiapan selanjutnya pun dilakukan, tak kenal siang maupun malam dan listrik sempat padam, karya para panyoetista mulai dibingkai. Bermodal kardus bekas yang dikumpulkan dengan suka rela, kertas mika, dan selotip hitam besar. Kami mulai menunjukkan kreatifitas memotong kardus dan membingkai karya agar semakin elok tampilannya. Bukan hanya satu karya yang dibingkai kawan, ada puluhan karya yang kemudian memenuhi dinding stan Panyoet.
Pak Ketua motong kardus
hujan-hujanan untuk menggambar di Museum


serius ngebingkai karya
ini karya kami, karya kalian mana?

stan belum selesai
semangat 45 mendekor stan
Selanjutnya beralih ke stan kami di Taman Sari, merkipun -2 hari sebelum hari H tampaknya stan belum selesai benar didirikan, namun hal tersebut tak mengurung semangat kami. Hingga kesokan harinya dengan jiwa yang semakin membakar kami mulai mendekor stan dengan segala perlengkapan yang sudah jauh-jauh hari disiapkan.

Stan selesai di dekor dan acara Piasan Senipun dimulai. Selama 5 hari acara digelar meskipun sempat dihalang hujan dan stan yang tergenang air serta areal pameran yang becek para panyoetista tetap semangat. Hasilnya acara berjalan lancar dan segudang pengalaman, impian, semangat, pengorbanan saling tumpang tindih menjadi sesuatu yang berharga dan tak pantas dilupakan begitu saja.

Profil Panyoet


Karya Para Panyoetista


Rabu, 14 November 2012

Seniman Muda Aceh Tidak Munafik



“Aceh tak akan pernah berpikir jika kita -sebagai warganya- tak berpikir!”

Lukisan Oleh : Tu-ngang Iskandar

Statment ini muncul di sela-sela diskusi terhadap ranah kesenian ala warung kopi malam itu. Membahas kesenian bagi saya adalah hal yang paling sensitif, mengingat kekinian pergolakan politik Aceh yang semakin hari semakin unik saja dan terus menggerus kesenian. Kesenian masih dianggap sebagai persembahan yang temporial dan hanya dapat diekspose pada waktu-waktu tertentu saja, sebutlah seperti sebuah acara kenegaraan, menyambut hari besar atau apalah namanya. Saya mengubah posisi duduk dan memasang kuping agar bisa lebih peka mendengar diskusi bebas itu karena berbagi dengar dengan suara tayangan bola kaki. Ini semakin menarik saja.

Sistem pemerintahan yang sedang kita hadapi saat ini adalah carut marut politik yang busuk, kehidupan kita jalani sekarang ini adalah imbas dari sistem kacau itu yang merambah ke perut seniman, Perupa khususnya. Miris ketika saya mendengar seseorang yang berbakat dan potensial dalam melukis justru menafkahi diri dengan jualan kelapa muda atau menjadi tukang tambal ban. Bukan hal demikian tidak boleh, hanya saja mengapa kemampuan itu tidak diberdayakan dan didukung semaksimal mungkin. Yang saya tangkap dalam diskusi ini, ternyata jawabannya klasik. Lagi-lagi Pemerintah yang menjadi borok kesalahan ini. Apakah seniman menjadi korban? Dari apa yang saya dapat pahami dalam diskusi warung kopi itu ternyata banyak katagori seniman di Aceh ditilik dari kepentingannya.

Pertama adalah Seniman Aceh menganggap dirinya -sadar tidak sadar- telah menjadi korban dari dari sistem yang telah terbentuk. Mereka menganggap dirinya telah dikucilkan sistem pemerintahan, Hal ini dapat kita buktikan dari beberapa pengalaman perih yang dialami, mulai dari ketidakpedulian bahkan melarang kebebasan mengeksplorasi seni pada wadah yang seharusnya mereka berada. Misalnya Taman Budaya atau Taman Ratu Safiatudin. Sikap tak acuh ini akhirnya menjadi bara api dan dendam, Pemerintah menjadi musuh karena memandang seniman sebelah mata.

Kedua adalah Seniman Muda Aceh justru tidak mengganggap keberadaan pemerintah sebagai generator yang memulai segalanya, justru merekalah pemantik apinya. Mereka terus mengekpresikan diri dan komunitasnya di luar iming-iming kucuran dana dari pemerintah. Mereka sama sekali tidak peduli dengan apa dan bagaimana pemerintah bekerja terhadap mereka, peduli atau tidak itu tidak menjadi ukuran terhadap aktifitas pengkaryaan mereka. Ideologi ini menjadikan mereka kokoh dan tak mudah dipermainkan dalam arti mereka akan terus berkarya walau tanpa bantuan sekalipun.

Ketiga adalah Seniman pemerintah, Seniman yang khusus mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah, mereka dibiayai dengan dana dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Mereka akan menjadi persembahan utama dalam setiap pertunjukan dan pameran yang dilakukan pemerintah. Namun jika event tidak ada maka merekapun lenyap entah berantah, Tak heran pertunjukan yang persembahkan begitu sangat tidak profesinal, karena orientasi  mereka adalah ‘Money’.

Dimanakah posisi kita saat ini, mungkin ada katagori lainnya atau bahkan tidak ingin dikatagorikan?
Memang berbicara kesenian Rupa di Aceh adalah hal yang pelik. Hal ini patut dikhawatirkan mulai dari ranah akademisi bahkan agama. Di dunia Akademisi misalnya, Coba sebutkan satu saja sekolah seni atau Perguruan Tinggi/Universitas yang memiliki Fakultas kesenian dan Jawabannya Mutlak, Tidak Ada! Walau beberapa tahun  lalu pernah diwacakan akan mendirikan Akademi Kesenian Aceh atau AKA, Namun buktinya sekarang gaungnya saja bagai ditelan bumi.

Selain itu ajaran agama –Syariat Islam- menjadi seperti tameng terhadap aktifitas kreatif, padahal bukankah bakat adalah anugerah? Terus terang saya belum mengerti apakah itu benar atau hanya sebagai dalih saja. Saya pernah mendengar kalau patung itu dilarang di Aceh karena alasan bertentangan dengan kearifan lokal dan Syariat Islam. Jikapun peraturan itu benar dan harus diterapkan mengapa di beberapa titik justru berdiri megah, beberapa mainan kuda-kudaan dan gajah-gajahan di taman-taman kota adalah patung bukan, manekin yang ada di toko-toko pakaian juga patung, kan!?

Terlepas dari segala hambatan dan kekakuan yang masih saja mengotak-kotakkan seniman di Aceh Saya pikir yang perlu dipikirkan dan dikerjakan adalah menyusun kekuatan dengan terus berkarya, terus dan terus. 

by. Rasnadi Nasry
Ketum PANYOET

Khamis, 1 November 2012

MENUAI KACANG


Beberapa kali hand phone saya berdering siang itu, Tenyata ketua Jaroe -Fadhlan Bachtiar- menghubungi saya. Dari komunikasi melalui udara itu berorientasi kepada pertemuan komikus yang terhimpun di Jaroe, ada hal yang sangat urgen untuk dibahas sepertinya. “Pukul empat sore kita udah di Paknek Kupi ya, bawa beberapa perwakilan dari Panyoet” begitu katanya dari seberang. Kontan saya penasaran, ada apa kiranya?

Selasa, 16 Oktober 2012

Selamat Ulang Tahun yang Pertama Panyoet

"Saatnya bakar-bakar!!" Kami sumringah setelah memarkirkan motor di lokasi rihlah, - Ujong batee- Salah satu objek wisata bahari yang tak jauh dari kota Banda Aceh. Semua kebutuhan perlengkapan sudah diturunkan, Piring, tikar, segalon air, buah dan tentu saja hidangan utamanya: potongan-potongan ayam yang siap dipanggang di atas bara api, Namun seketika itu juga rona wajah ceria kami berubah 180 derajat setelah kami menyadari tidak membawa pangangan, bahkan pisau untuk membelah buah semangka, bahkah korek api sekalipun. dan tentu saja ini bukan hal yang bisa disebut menyenangkan. lalu apa yang harus kami lakukkan terhadap ayam-ayam penganguran ini?


Sesuai dengan kesepakatan minggu 14 okt 2012, Panyoet akan mengadakan rihlah sekaligus

Khamis, 19 Julai 2012

Tips Ramadhan Ceria!

Ramadhan nggak boleh identik dengan lemes. Ramadhan kali ini harus penuh dengan warna. Dan, taraaaaaaaaaaaa! Ramadhan asik binti ceria dataaaang…!

Salam Panyoetista, gimana dengan persiapan Ramadhan kamu? Sudah ada rencana mau ngapain? Wah, pasti sebagian dari kamu sudah punya agenda donk. Dan pasti seru bisa bikin Ramadhanmu ceria abis.

Buat kamu yang belum punya agenda apa-apa nih, yuuk nimbrung bareng Club Comic Panyoet Aceh. Karena kami bakal bagikan beberapa tips buat ngisi agendamu yang kosong, dan tentu bikin kamu ceria, nggak lesu apalagi letoy, dan pastinya puasamu jadi nggak terasa sampe ngebuburit. Wah, apakah itu?

1. Ngisi waktumu dengan mengunjungi toko buku, bisa buat nambah koleksi dan wawasan kamu. Bagi kamu yang lagi minim uang saku, bisa tuh kunjungi rumah peminjaman (atau kita kenal rental) novel atau komik. Buat sebagian dari kita tentu novel dan komik bukan barang asing. Ahaaa! Pasti!

Nah, membaca bisa membuat puasamu tetap ceria dan dapat ilmu baru pastinya. Asik!
Saran sih, kamu bisa ngelirik komik salah satu anggota Panyoetista HasbiallahYusuf, komik
yang lucu abis dan dijamin bikin puasamu jadi rame. Wow!
Buruuuuan! Hehe 

2. Selain dengan membaca, boleh donk lemesin tangan, eiits bukan lemesin badan yaaw, tapi lemesin tangan. Aha! Kalimat itu biasa kami gunakan untuk menggambar, istilah lain dari pemanasan. Hiaaaak! Wkwk…
Nah, diantara kalian mungkin ada yang gemar coret-coret, boleh tuh kembangin bakatnya 
dengan berlatih menggambar. Coba-coba garap komik misalnya, nggak usah yang berat-berat dulu, misalnya komik strip (buat contoh bisa nih belajar dari karyanya Panyoetista: komikstrip). Atau dari sebagian kalian ada yang suka nulis. Ah! Itu bisa juga, kayak kami ini nulisin blog buat kamu-kamu. Gimana?
Oke kan?

Kalau kalian lagi miskin ide, adu duu pasti sebel banget kan? Eeiits, jangan sebel-sebel dulu nanti puasamu tidak asik lagi. Hhmn, gimana kalau untuk idenya pakai tema sekitaran puasa. Tentu donk puasa di daerahmu beda-beda dengan daerah kami (Aceh). Misalnya rutinitas warga kampung kamu saat membangunkan warga pakai TOA meunasah, atau ada yang pakai odong-odong keliling kampung sambil putar lagu kasidah, ‘jilbab jilbab putih…’. Ooops! XD

3. Buat kamu yang penasaran dengan perkembangan kemampuan gambarmu sejauh mana dibandingkan teman lainnya. Asik tuh kalau berkunjung ke blog atau situs komik indie seperti www.ngomik.com atau devianart untuk membandingkan kemapuanmu. Tentunya setiap orang miliki sudut pandang yang berbeda, dengan kemampuanmu menilai kekurangan dari teman bisa saja kamu melahirkan karya yang lebih bagus dari mereka. Gimana? Berani? Pasti donk.

Intinya belajar dan tetap semangat. Sssst! Mumpung baca-baca di ngomik.com masih gratis. Wkwkwk.
Dan kamu bisa jadi anggota juga lho. :O

Bosan dengan suasana kamar? Gimana kalau pindahkan kamarmu ke mesjid. Ooow, maksudnya kamu lho yang ke mesjdi. Sekalian manen pahala dan huting gambar di sana. Ahahaha….

Eeh, pernah ketemu bapak-bapak yang gelagapan pas henponnya bunyi ketika sedang shalat?
Gimana ekspresinya? Wkwkwk…
Atau pas lagi shalat ada kejadian terjun payungnya si cicak tepat ke muka seseorang.
Wkwkwk…

Nah! Bisa buat ide gambar kamu kan? Ssth… jangan-jangan kamu sendiri yang sedang asyik perhatikan kesalahan orang, malah pakai mukena sebagai sarung. Gimana tu ya? #bayangin
sambil ngakak. Wkwkwk… XD

3. . Buat nambah pahala, kamu bisa berbagi kasih dengan mereka yang membutuhkan bantuan. Bisa dengan mengunjungi panti jompo. Atau bermain bersama adik-adik di panti asuhan. Atau sekedar duduk mengeja alif ba ta dengan anak pemulung yang putus sekolah. Tentu mereka merindukanmu, dan kami juga (panyoetista). ^_^

Serta kegiatan ibadah lainnya yang bakal membanjirin pahalamu di bulan Ramadhan yang mulia ini. Yang pasti, kudu tetap berbagi kasih walau dengan sebuah senyuman.

Semangaaaaaaaaaaaaaaat!
Gimana dengan tips Ramadhan asik binti ceria? Udah tau mau ngapain kan? Kalau gitu, cemunguuuuuuuuuuuuuuuuuuuud ya teman-teman.  Dan, selamat menunaikan ibadah puasa. ^0^